#$%^&*^%&

Pernah ga, kamu ngerasa sayang sama seseorang yang belum pernah ketemu sama sekali, hanya interaksi lewat dunia maya misalnya.

Kamu pernah ga?

Kalau ketemu sama yang kayak gitu, syukuri dan terus doakan kebaikan untuknya. Ia adalah hadiah dari Allah untuk kita.

Rasaini–tidakdatangsendirian

Perasaan sayang, cinta dan kasih tidak pernah datang sendirian. Ia datang bersama sifat lain bernama “pemaaf, sabar dan tulus”. Bukankah mudah memaafkan orang yang kita sayangi? Sukarela melukai diri kita dan setulus hati memeluknya dalam doa-doa kebaikan. Kita bukan manusia yang sempurna kan?

Jika ia datang sendirian, coba pertanyakan. Benarkah itu sayang, cinta, atau kasih? Atau nafsu?

Benarkah kita sayang padanya? Jika memaafkan saja kita tidak mampu?

@#$%^&*

Bolehkan menitipkan pinta dan tanya?

Khawatir sedang mengalir karena kabar darimu pun belum juga hadir

Hari ini kembali kurasakan rindu ingin bertemu

dan ingin sekali aku katakan karena perasaan ini telah mengumpal berbulan-bulan

Hei kamu, pemilik nama yang berputar-putar terus dalam tempurung kepala

Adakah debar ini menggema hingga ke sana?

Sungguh, betapa bertemu denganmu adalah yang selalu kutunggu-tunggu

Ada mereka yang kembali bertemu,

setelah sepuluh tahun katanya

Apakah butuh waktu selama itu untuk aku menemukanmu?

Semoga aku bukanlah dianggap pengganggu, sebab rasa ini terlalu membelenggu

Seperti hari-hari biasanya,

Rinduku enggan untuk mengalah, pun untuk sekadar membiarkan pikiranku menyerah

Ia mendambakan sebuah pertemuan,

di mana aku dan kamu saling berbagi peran

pada setiap kecilnya kesempatan, ia selalu menaruh harapan

Setiap hari, sedikit demi sedikit,

melahap jarak dan waktu dengan doa-doa yang kemudian menua dalam air mata

Tahukah kamu?

sebuah pesan balasan dengan ajaib bisa meyakinkanku bahwa kita berdua mengamini doa yang sama

Semoga benar begitu adanya.

Yang jelas aku di sini sedang menggenggam erat percaya

bahwa selanjutnya kita bisa terus melangkah bersama

Di antara doaku dan doamu yang sedang menuju pada Sang Maha,

harapan sedang tergantung tinggi di sana, menunggu untuk dijadikan nyata

Maka mengalirlah di air mataku,

kamu yang selalu mengisi hariku, kamulah pergantunganku

Entah apalagi yang bisa ku percayai lewat jarak yang membatasi

Tapi aku hanya bisa mempercayai hati yang kerjanya hanya bisa mencintai

Aku hanya bisa mengiyakan segala kemungkinan dan menaruh doa hanya pada Tuhan

Biarkan aku terus menunggu tanpa ragu,

biarkan aku terus berharap untuk satu sebab

dan sudah kamu ketahui jawaban di balik setiap mengapanya

Jarak memang seharusnya tidak begitu menakutkan

Karena kenyataannya, kamu tidak pernah menjadi lebih jauh dari pikiran

Penantianku selama ini, telah memberiku terlalu banyak

Suatu hari nanti, mungkin aku tak mampu lagi menahan sesak

Sedemikian rindu, semakin sendu

Pilu menoreh badan, sedu makin sedan

Aku mau kamu, dan hanya mau kamu.

Datang dan berpeluklah,

jangan biarkan para camar mengejekku setiap pagi

Kembali dan tinggal,

jangan biarkan malam-malam kuhuni sendiri.

Jika menunggu adalah pilihan satu-satunya, aku rela

Jika sepi sudah mulai menghuni, jangan gengsi untuk mencariku terlebih dahulu

Jika tak punya ruang untuk sekedar mencari tenang

kamu pun tahu kemana harus pulang

Karena kepulanganmu adalah tiket kebahagiaanku.